NaxcNGpcNWtaLWxcNaVbNqx7MTcsynIkynwdxn1c
Berpenghasilan dari Produksi Musik, Berawal dari Iseng Belajar Home Recording

Berpenghasilan dari Produksi Musik, Berawal dari Iseng Belajar Home Recording

 


Hi! Artikel Fisella kali ini ditulis oleh saya sendiri (Peter) sebagai pemilik dan penggagas Fisella. Tujuan saya menulis artikel ini bukan untuk pamer, karena saya belum layak untuk memamerkan kesuksesan dan juga belum hebat banget. Saya ingin berbagi pengalaman saya dan rekan-rekan tim Fisella yang awalnya cuma iseng produksi musik di kamar, kemudian berlanjut hingga menjadikan produksi musik sebagai pekerjaan utama kami, bukan cuma untuk bersenang-senang atau pamer karya, tapi beneran untuk hidup dari penghasilan kerja produksi musik. Siapa tahu dengan artikel ini beberapa dari kalian yang sedang belajar produksi musik semakin yakin kalau belajar produksi musik beneran bisa menghasilkan. Kalau kalian pengen tahu lebih banyak tentang Fisella, kalian bisa mampir ke halaman Tentang Fisella. Nggak usah berlama-lama saya mulai ceritanya.

2007-Mulai Belajar di Kamar

Jika ditanya "awal belajar produksi musik dari mana dan dimana?" Jawabannya adalah "dari internet dan di kamar". Walaupun sebelumnya sudah kenal software Cool Edit Pro, saya baru mulai serius belajar di tahun 2007 ketika mengenal serius Software FL Studio, waktu itu masih pakai FL 6 yang demo version. Main ke warnet terus dapet installer FL Studio kemudian bawa ke komputer kamar dan install. Setelah berhasil terpasang dan coba buka, hasilnya adalah BINGUNG. Otak saya langsung bertanya, "ini software apa? cara pakainya gimana?" coba klik sana sini MAKIN BINGUNG. Kalau sekarang mah enak, buka tutorial banyak banget, suer dulu sedikit banget, mana content creatornya pakai bahasa inggris, paham tipis-tipis doang.

Singkat cerita saya coba cari artikel di forum-forum luar negeri, coba terjemahin dan akhirnya tercerahkan. Yang saya lakukan hanya bikin midi pattern terus puas aja kalau bisa jadi lagu yang enak. Di saat temen-temen lain main Counter Strike, Dota, dan game sejenisnya, saya cuma mainan FL Studio dan cari fitur-fitur tersembunyi di DAW ini. Setelah jalan beberapa tahun makin fasih dong pakai FL Studio dan mulai coba rekaman audio di FL Sudio 9 (sebelumnya sudah pernah rekaman pakai Cool Edit Pro). Jangan bayangin saya rekaman langsung pakai mic yang dicolok ke audio interface. Saya cuma pakai headset nokia yang nyolok ke soundcard komputer, itupun sudah puas banget dengan suara yang pas-pasan. Yang tadinya cuma main bikin MIDI pattern, sekarang ada audio vokalnya. Beberapa karya berhasil saya buat kira-kira satu lagunya cuma 1-2 menit. Sayangnya karya awal yang legacy dalam hidup saya ini hilang karena komputer kena virus dan nggak bisa diselametin datanya.

Buat temen-temen ketahui aja, proses dari awal saya kenal FL Studio sampai bisa bikin MIDI Pattern dan rekaman vokal makan waktu yang lumayan lama, kira-kira 2007-2010. Dan di 2011 atau 2012an saya menemukan pencerahan yang membuat kemampuan saya naik drastis. OK lanjut di bawah ya...

2011-Geng Fruity Loops Kaskus

Lupa detailnya tahun berapa tapi kira-kira 2011 atau 2012an tiba-tiba masuk ke thread Geng Fruity Loops Kaskus. Disini saya bener-bener ketemu banyak master, mereka share karya, tips, plugins crack (hehe), dan obrolan yang membangun. Dari sini saya semakin paham dengan FL Studio dengan melihat event kompilasi album yang diselenggarakan admin dari Geng Fruity Loops.

Saat ini banyak banget forum-forum di sosial media yang bisa kalian pelajari ilmunya. Nggak perlu komen dan nanya, jadi silent readerpun nggak masalah, cari aja post yang sifatnya membangun ilmu.

Karena di forum berisi banyak karakter manusia jadi hati-hati dalam melihat jawaban yang ada di kolom komentar, ada yang serius tapi ada juga yang cuma bercanda bahkan nyeleneh dan menjerumuskan.

2011-Kursus Dadakan

Di tahun 2011 saya pengen belajar lebih serius dan pengen banget kenal dengan audio recording, music production, audio engineering, dan sejenisnya. Kemudian dapet info di kursusan *beep* (maaf saya sensor) katanya ada kelas music production. Kemudian saya coba daftar dan ternyata saya murid pertama di kursusan ini, biayanya Rp 1.500.000 untuk 3 bulan. Softwarenya pakai Pro Tools (Masih Digidesign). Disini saya belajar apa? Nggak banyak suer, semua yang diajarin saya udah bisa, cuma pindah software aja, dan jujur sebenarnya gajelas juga kursusnya (makanya saya sensor). Tapi sekali lagi saya dapet banyak plugins crack (hehe, maap kala itu masih kantong mahasiswa baru).

Dari penglaman ini saya berpesan sama temen-temen semua, terutama yang pemula atau baru mau belajar. Suer jangan salah milih tempat kursus, karena saat ini banyak kursusan online yang belum tentu kualitasnya terjamin. Nah coba mampir ke Kursus FL StudioKursus Produksi Musik, dan Kursus Mixing Mastering yang ditawarkan Fisella Music Course, disini saya jamin mentor kami berkualitas, mereka semuanya praktisi di bidang produksi musik, paham banget soal produksi musik mulai dari teori sampai ke industrinya.

2012-Kursus Dadakan Part 2
Makin penasaran sama ilmu produksi musik, audio engineering, dan semacamnya, di tahun 2012 saya mulai cari kursusan yang lebih bener di kota sebelah (saya sensor) soalnya sekarang sama-sama punya kursusan, gaenak kalau disebut brandnya. Sebelum masuk saya nanya banyak hal, bahkan langsung ngobrol sama mentornya, saya jelasin saya udah bisa ini itu, dan memastikan aja di kursusan ini dapetnya apa, setelah dijelasin saya rasa agak bener kursusan ini, dan akhirnya saya bayar dan kursus kilat selama seminggu tiap hari. Untungnya kursusan ini better daripada yang sebelumnya. Cuma sekali lagi, bukan kursusan ini yang buat saya makin paham, setelah pulang dari kursus inipun masih banyak konsep yang masih belum nyangkut di otak.

Berguru itu penting, tapi yang lebih penting adalah bagaimana kita terus bereksplorasi. Cari referensi dari banyak sumber, praktekkan, bandingkan semua referensi, dan jangan mudah percaya dengan referensi. Soal eksplorasi, sering banget dibicarakan oleh mentor produksi musik, mentor audio engineer, tapi eksplorasi yang seperti apa, jawabannya mengambang banget. Nah, berdasarkan pengalaman ini, saya dan rekan mentor di Fisella nggak mau clue "eksplorasi" ini hanya sebagai konsep dan istilah saja. Murid di Fisella kami beri gambaran tentang "eksplorasi" dengan contoh lebih konkret. Dengan belajar di kelas Fisella baik di Kursus FL StudioKursus Produksi Musik, dan Kursus Mixing Mastering, temen temen bakal dapetin penjelasan ekplorasi yang lebih nyata, bukan sekedar konsep.

2013-First Job!

Saya garis bawahi dulu, first job yang saya maksud adalah job yang beneran di bayar, kalau job yang "makasih mas" doang sudah sering sebelum 2013. Nah, Di tahun 2013 job saya berbeda karena dibayar pakai duit beneran. Darimana saya dapet job? Dari temen main saya yang pamannya adalah seorang videografer. Saya diminta cari talent cewek voice over dan dibayar Rp 750K. Yang jelas dari uang itu, saya bisa beli mic dynamic dan headphone. Audio interface pakai apa? Ya karena saya gitaris dan punya efek digital POD X3 Live, saya pakai ini selama bertahun tahun buat rekaman musik dan cari duit dari voice over.

Nah ini pesen juga buat rekan-rekan, idealnya sih belajar music production bisa dapet job dari musik, tapi inget job yang agak menyimpang seperti voice over bisa mengantarmu ke job musik yang lebih serius. Pekerjaan ini berlangsung hingga 2015 dan klien saya semakin banyak.


2016 dan 2017 Skip

Karena mencoba peruntungan di bidang lain yang nggak nyambung sama musik.


2018-Studi Musik dan Ngebangun Fisella

Karena banyak temen yang tahu kalau saya sering bikin musik dan rekaman, nah mereka yang suka nyanyi mulai berdatangan minta tolong nih, mulai dari bikin song cover, garap komposisi lagu mereka, aransemen, rekam grup vocal, dan sebagainya. Akhirnyasaya berinisiatif bikin tempat rekaman cover di kamar yang harganya murah, pokoknya murah, tapi kualitasnya nggak murahan, terbukti dalam 6 bulan berdiri saya bisa naikin harga jadi 4x lipat dan tetap laku, klien nggak pada protes juga soal kenaikan harga.

Di tahun 2018 pula, setelah jenuh merantau 2 tahun di ibu kota saya mencoba balik ke dunia musik lagi dan ngambil studi Musik di ISI Yogyakarta. Disini saya bertemu banyak banget musisi hebat yang lebih muda dan saya mencoba bersinergi dengan mereka buat ngebangun Fisella. Rekan saya seperti Marvel Vigo, Salma G Kharoris, dan Salsa G Kharoris, yang saat ini ada sebagai arranger di Fisella juga awalnya belajar di kamar, mirip seperti apa yang saya lakukan dulu. Dengan gabungin kelebihan dari kemampuan kami, akhirnya Fisella bida berdiri dan saat ini dipercaya bikin banyak proyek musik, baik dari Indonesia maupun di luar Indonesia.

Di titik ini saya mulai memberanikan diri untuk personal branding setleh bertahun-tahun belajar. Memang belum hebat banget tapi yang jelas selain ngebangun brand Fisella dan personal branding, saya tetap belajar dari banyak sumber, seperti berdiskusi, ikut seminar yang levelnya di atas kemampuan saya, dan juga belajar dari proyek klien saya. Sementara segini dulu ceritanya next time akan saya sambung dengan cerita yang serupa.


Komentar

Hubungi Fisella melalui Whatsapp